Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dan Sekretaris Negara AS Marco Rubio telah melakukan perundingan pada hari Senin (24 Agustus) untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan aliansi AS-Korea Selatan. Menurut kantor berita Yonhap, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam mengatasi isu nuklir Korea Utara. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa Cho dan Rubio telah membahas "berbagai isu yang berkaitan dengan aliansi AS-Korea Selatan".
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS hanya mengeluarkan pernyataan singkat tentang percakapan telepon tersebut, yang dilakukan pada saat ketegangan antara kedua negara. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengumumkan pengurangan latihan militer bersama dan memuji Korea Utara yang memiliki senjata nuklir, sambil mengatakan bahwa Seoul tidak membantu upayanya untuk mendeklarasikan Iran. Namun, Cho menyatakan bahwa Seoul akan melakukan yang terbaik untuk memastikan pesan Trump kepada Korea Utara dapat memimpin ke arah dialog antara Washington dan Pyongyang, serta perdamaian di semenanjung Korea.
Menurut Yonhap, Cho dan Rubio juga membahas tentang pentingnya kerjasama dalam mengatasi isu nuklir Korea Utara, serta menjaga postur pertahanan gabungan yang kuat. Mereka juga membahas tentang investasi sebesar US$350 miliar yang dijanjikan oleh Korea Selatan kepada AS dalam kesepakatan perdagangan yang ditandatangani tahun lalu. Perundingan antara Korea Selatan dan AS ini dilakukan pada saat ketegangan antara kedua negara, terutama setelah Trump mengkritik Seoul dan memuji Korea Utara.
Namun, kedua negara tetap sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam mengatasi isu nuklir Korea Utara dan menjaga perdamaian di semenanjung Korea. Dalam beberapa waktu ke depan, diharapkan bahwa Korea Selatan dan AS dapat meningkatkan kerjasama mereka dalam mengatasi isu nuklir Korea Utara, serta menjaga postur pertahanan gabungan yang kuat. Selain itu, investasi sebesar US$350 miliar yang dijanjikan oleh Korea Selatan kepada AS juga diharapkan dapat membantu meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara.
⌕

